Menghadirkan Data Jujur, Analisis Tajam, dan Strategi Berbasis Bukti untuk Opini Publik & Kinerja Pemerintahan.
Setiap metodologi kami terbuka untuk diaudit. Tidak ada black box dalam proses riset kami.
PrismaStrat (PRISMA Strategic Consultant) adalah lembaga survei independen yang berfokus pada nilai transparansi, akuntabilitas, dan presisi metodologi dalam mengukur opini publik dan kinerja lembaga pemerintahan.
Di era disinformasi dan polusi data, survei seringkali dituduh sebagai alat propaganda. PrismaStrat lahir untuk mengembalikan martabat survei sebagai instrumen ilmiah — bukan alat pemoles citra.
"Data yang tidak transparan adalah opini yang menyamar."— PRISMASTRAT MANIFESTO
Setiap survei PrismaStrat wajib melewati audit 6 pilar ini sebelum rilis.
Presisi tinggi dalam setiap desain instrumen dan pengambilan sampel.
Hasil yang dapat diandalkan, konsisten, dan teruji secara statistik.
Independen dari kepentingan politik praktis dan afiliasi partisan.
Berbasis kaidah ilmiah, peer-reviewed methodology, dan etika riset.
Indikator terukur, dapat dilacak, dan relevan untuk kebijakan.
Dapat diaudit, dipertanggungjawabkan, dan terbuka untuk kritik metodologi.
Setiap layanan dirancang dengan prinsip transparansi ujung-ke-ujung. Tidak ada black-box.
12 Tahapan Presisi
FOUNDER & PRINCIPAL CONSULTANT
Expert dalam strategi politik, riset opini publik, dan komunikasi pemerintahan. Visioner tentang transparansi data sebagai fondasi demokrasi yang sehat.
FOUNDER & RESEARCH DIRECTOR
Spesialis metodologi survei, statistik politik, dan evaluasi kinerja pemerintahan daerah. Guardian of scientific rigor.
"Tanpa transparansi, survei hanyalah angka. Bersama PrismaStrat, angka menjadi kebenaran yang bisa dipertanggungjawabkan."— MOFFY & TAUFIK • FOUNDERS STATEMENT
Empat pilar yang tidak bisa ditawar. Jika satu pilar dilanggar, kami gagal sebagai lembaga survei.
Kuesioner, definisi operasional, teknik sampling, dan margin of error dibuka sepenuhnya.
Klien dapat mengaudit raw data, rekaman verifikasi, dan jejak enumerator.
Laporan disajikan apa adanya — bahkan temuan yang tidak menguntungkan klien.
Kode etik ketat: kerahasiaan responden, larangan konflik kepentingan.